Selasa, 03 Desember 2013

Casting Bareng Akhir Tahun 2013

Castbar Ke III
Baru sempet nih nulis laporan castbar kemaren, maklumlah, kesibukan penghujung tahun. menyita banyak waktu dan tenaga serta fikiran. 

Alhamdulillah, Abal Abal Fishing Team ( A2FT ) telah tiga kali melaksanakan castbar. Castbar yang pertama berlangsung di Peniti, tanggal 2 September 2012 silam. Castbar pertama ini merupakan ajang kumpul-kumpul di spot sekaligus kopdar pertama angler Pontianak, 


Castbar kedua berlangsung di Teluk Pakedai pada tanggal 10 Maret 2013 Ini merupakan casbar intern A2ft saja. kali ini saya tidak bisa ikutan karena ada keperluan lain yang juga tak kalah penting.

Persiapan di Rumah bang Udin
Dan untuk yang ketiga kalinya berlangsung di Wajok, Pontianak tanggal 24 November 2013 lalu. Di hadiri lumayan banyak peserta dari Alamak Squad serta Pontianak Fishing Club (PFC). Sayang Bro Rudi, Bro Marteen dan kang Pery, Wijayadi, Joni Wen Sasuke serta Bro Arief Budiman dan William ga bisa hadir.

Ga ada maksud dan tujuan apa-apa di balik kegiatan castbar yang diadakan oleh awak A2FT selain menjalin silaturrahim dan memupuk kebersamaan. Jangan harap bisa dapet ikan, lagi asik uncal eh... kodok dilempari sama rekan lain, ya udah... ha ha hi hi doank.

castbar ke II
Aku asli boncosss, heheheh sesi pertama pada pagi hari, selepas makan siang di Rumah bang Udin, aku cabut pulang. Eh, temen temen sorennya pada pesta strike...

berikut ada beberapa foto yang sempet kerekam seputar kegokilan para peserta castbar.... hehehehehe










Jika anda merasa artikel di blog ini bermanfaat dan ingin berlangganan, silahkan masukkan alamat email anda pada kotak di bawah ini:


Delivered by FeedBurner


Senin, 18 November 2013

Mumpung ada fotografer gratisan

Jam 13.00 WIB aku ngacir ke spot. Lagi setting tackle, HP bututku berdering. "Hallo Abah..." 
" Aaaaa... Hallo juga Boss"
"Abah di mana ?"
"Saya di tepi paret boss"... 
"Ok Abah, saya menyusul"

Hpku masukkan kembali ke dalam tas lantas melanjutkan setting perangkat yang tadi sempat tertunda.

Setelah perangkat tempur dalam kondisi "ready" aku mulai beraksi di titian pertama bergerak ke arah timur sepanjang tepi kanan kanal. Crank berlidah pendek berwarna hijau stabilo yang belum lama menghuni box lureku tersebut meliuk liuk indah menyusuri tepi tepi kanal. Sampai di salah satu cekungan, si hijau ku lempar agak pelan. Byurrrr... jatuhnya terlalu ribut fikirku, jangan jangan si gabus yang jadi targetku udah pada kabur ketakutan. 

peralatan Casting
Okuma Tormento dan Surecath
 Armatus 101
Ku ulangi lagi melempar crank sekali lagi, kali ini lemparan agak jauh dari titik lemparan pertama. Baru kira-kira empat atau lima kali putaran engkol reel... si crank disambar oleh sigabus, Fight sebentar dan si gabus langsung menyerah. Besarnya kira kira sebesar pergelangan tangan anak anak. perlahan gabus ku angkat ke tanggul. Si gabus menggelepar lalu terlepas dari hook si crank lantas masuk ke petak sawah yang tergenang air. Yahhhh... gagal deh foto strike pertama hari ini, tapi ah... tidak apa-apa. Toh si hijau stabilo sudahpun amiss...

Aku melanjutkan lempar lempar hingga tikungan yang terputus oleh sebuah parit kecil, sayang hari ini aku tidak membawa sepatu bot keramatku, jadinya aku tak bisa melangkahi parit kecil ini degan leluasa. Akhirna aku berbalik arah ke tempat aku strike pertama tadi, sayang gabus yang tadi kudapatkan raib entah kemana. Hingga sampai di titian aku tidak lagi mendapatkan strike.

Okuma Tormenta dan Nemesis 3
Stike perdana si Bakau Crank
Istirahat sejenak di bawah pohon nangka, ngepul plus sebotol energy drink bikin kerongkongan lega. Cuaca adem, jadi asik bener buat lempar lempar.

Puas menikmati beberapa bantang rokok kesukaanku aku melanjutkan lempar lempar, kali ini aku bergerak ke arah barat dari titian, Lagi asik aik lempar lempar HPku berdering lagi. Willy udah nyampe di pertigaan kanal lantas ku arahkan agar menyusulku ke Paret Pokok. Selang beberapa saat kemudia Willy nongol. 

Willy setting perangkat sementara kau terus melempar lempar crank ke berbagai arah, hingga aku berada tepat di seberang Willy, tak ada sekalipun sambaran. Ketika willy hendak melempar lure buat pertama kalinya aku berteriak kepadanya agar mengganti kodok plastik tadi dengan crank. Baru dua kali lempar si willy dapet sambaran, sayang mocel.

Sangun JF
Telak Masbrow
Aku melanjutkan hingga melewati 2 titian sementara Willy masih penasaran dengan gabus yang mocel tadi. Sampai pada titian ketiga terlihat anakan gabus di sela sela tumbuhan air. Baru beberapa kali lempar tak ada reaksi dari indukan gabus, jangan jangan sudah kena angkut nih induknya. Dari soft lure hingga hard lure sampe torpedo pun tidak mendapat respon. 

Bosan mengganggu anakan gabus aku beranjak menyeberangi titian lantas duduk di dekat Willy beraksi. Melihat aku duduk santai si Willy lalu menghentikan aksinya. Ngalor ngidul seputar ngibulin gabus sampe seputar ngibulin orang... hahahahaha (just Kidding brow). 

Puas merokok, iseng aku mencoba piranti si Willy. Okuma tormenta plus Nemesis 3, jiahhhh eeuunnaaakkk tennaaannn... smoottthhh dan aku dengan mudahnya memperagakan gaya lempar backhand di depan Willy. Ketika Willy memintaku untuk mengulangi sekali lagi aku menolak... (pasti, kalau dua kali bakalan backlash, hahahahahaha)...

mancing Gabus
Nelayan Narsis
lemparan ku alihkan ke arah timur, 2 kali uncal strike dan landed seekor gabus degan ukuran sedang. Aku tak kuat menahan tawa melihat Willy mengomeli si gabus...

Puas lempar lempar di dekat Willy aku beranjak menuju motor lantas tarik gas pindah ke arah Barat. Kulihat debit air semakin turun. Iseng ku coba melempar si Sangun loncat. Pada lemparan ketiga si sangun mendapat sambaran. Fight sebentar dan landed lagi seekor gabus ukuran lumayan, kutaksir sekitar 6 ons... Lagi-lagi Willy hanya bisa ngomel karena kupaksa jadi fotografer dadakan, jiakakakakakaka...

Jam 17.00 WIb kami sudahi mancing lantas geber motor kabur dari spot...


Jika anda merasa artikel di blog ini bermanfaat dan ingin berlangganan, silahkan masukkan alamat email anda pada kotak di bawah ini:


Delivered by FeedBurner


Minggu, 03 November 2013

Nyempet-nyempetin mancing

Casting Gabus
Rapala UL Crank
Sabtu pagi...

Jam 06.00 WIB udah geber motor langsung ke spot. Maklum masih penasaran dengan boncos beberapa hari lalu sekalian masih dalam misi yang sama, ngamisin crank mungil Rapala.

Tiba di spot, langsung lempar lempar, hampir sampe ke pertigaan kanal tidak ada satupun sambaran.  Aku berbalik arah ke tempatku memarkir motor. Lure ku ganti degan sangun "mata belo". Dua kali lemparan landed seekor gabus, Aseekkk... pokonya aman dah, dapet foto dan selamat dari boncos, hihihihihihi...


Sangun JF
Sangun JF
Kantong tempatku menyimpan hasil buruan masih di dalam jok revo. Terpaksa gabus tadi kuselipkan di sepatu bot keramatku, hahahaha... sepatu bot multiguna. bergerak terus sambil sesekali melakukan lemparan. Kali ini aku agak kesulitan melakukan lemparan jauh kerena terhalang beberapa beberapa pohon pisang di depanku. lemparan back hand ngawur minta ampun, beruntung sebelum melempar dengan gaya icuk sugiarto tersebutsudah kuantisipasi dengan menaikkan sedikit setelan drag... lumayan membantu mengurangi backlash. Hingga akhirnya landed lagi seekor gabus ukuran lumayan.

Mancing Gabus
Surecath Armatus 101
Sampai di tempat si revo nongkrong, aku mengamankan kedua gabus terlebih dahulu, selanjutnya seperti biasa, ngepul-ngepul dulu. Setelah istirahat ku rasa cukup, aku masuk ke parit pokok lewat jalan kecil menuju kuburan lantas tembus kebawah pohon nangka yang rindang. Di seberang kanal seorang ibu ibu lagi asik mancing ikan osong (betok). Kontan saja beliau tertawa begitu melihat aku muncul dari bawah pohon nangaka. "Anak ini mau nipu gabus lagi ye ???" tanya si ibu. "Iya bu, siapa tau ada gabus yang belum sekolah, jadi tidak bisa membaca tulisan di umpan ini bu". jawabku. Kembali si Ibu tadi tertawa seraya menunjukan hasil perolehannya, lumayan banyak.

Mumpung kanal bersih, apa salahnya kembali mencoba si Crank mungil Rapala fikirku. Baru 2 kali lemparan si crank di sambar kocolan. "Yess... mission complete". teriakku. Tanpa ba bi bu, langsung foto-foto. Tawa si Ibu kembali pecah. "Itulah kau nak... nak, minta ikan yang belum sekolah, dapatlah kau ikan kecik... huahahahahahahahaha... kalau yang sudah sekolah, baru dogom-dogom". ujar si Ibu, Jiahhhhhh... kena dah ane...

Rapal UL Crank
Kocolan
Kocolan tadi Aku lepaskan dari treble hook yang nyangkut di bibirnya lantas ku berikan kepad si ibu pemancing betok tadi. Selanjutnya aku bergerak ke ujung. namun hingga sampai ke titian pertama, hanya ada sekali sambaran, sayang miss. Aku lantas berbalik arah melalui jalan semen si seberang kanal melewati si Ibu tadi dan terus ke arah motorku parkir. Dengan mengendarai si revo aku kembali menyusuri parit pokok hingga ke tengah, lempar-lempar di sana, landed lagi 2 ekor gabus. Pindah dan langsung menuju pintu air, lempar-lempar di sana, sayang tak ada sambaran. Kusudahi perburuan hari ini karena jam 10 nanti sudah harus berada di GOR Pangsuma.

Minggu,

Bakau Crankbaits
Bakau Albino
Jam 12 siang kabur dari GOR Pangsuma di bawah deru hujan yang sedemikan menggila. Tarik gas meggy sampe tembus angka 80, hehehehe... sesekali fikirku, bikin panas jeroan si meggy.

Syukurlah, sampai di rumah hujan mereda. Istirahat sambil meladeni pertanyaan pertanyaan si Zhiea. Si kecil memang lagi suka bertanya ini dan itu. Sebagai Bapak yang baik, hehehehe... kudu kasi penjelasan sampe ke akar-akarnya biar si kecil ini mengerti. 

Jam 13.00 Wib, cabut ke spot. Masih ke parit Pokok, karena tadi ku lihat di gang karet, debit air agak turun. Pertanda di parit pokok air ga sampe masuk ke petak sawah. Alhamdulillah, perkiraanku ga meleset. Kali ini aku langsung ke pintu air, setting tackle di sana dan mulai lempar-lempar, landed seekor kocolan, foto-foto dan ku lepas lagi ke kanal.

Sampai ke batang pohon kelapa yang mejadi titian ke sawah, lure ku ganti degan soft frog hinomiya karena bekas tebasan semak di dalam kanal tampak meljulur ke atas. Dalam beberapa kali lemparan, landed lagi seekor kocolan, agak gedean dikit dari yang pertama tadi, foto dan lepaskan lagi. 

Umpan Mancing Ikan Gabus
Hinomiya Soft Frog
Beranjak dari situ sampai ke titian kedua, aku ganti lure dengan si Bakau Albino. One cast, One strike... kebetulaaannn... dan lumayan gede, foto, terus si gabus masuk kantong. Bergerak hingga beberapa puluh meter ke depan dari sisi tanggul sawah, aku berhasil menaikkan 3 ekor lagi gabus. Semuanya kuamankan dalam kantong.

Bakau Crankbaits
Bakau Albino
Berpindah ke titian selanjutnya, masih degan si Bakau Albino. Dalam beberapa kali lemparan, si Albino mendapat tarikan lumayan dari bawah. Fihgt sebentar dan akhirnya kepala si gabus nongol juga ke permukaan. Karena gabusnya udah loyo, aku merongoh HP dari tas lantas mengabadikan ke dalam fotmat foto dan video. Ketika gabus akan ku tarik ke tepi tanggul, si gabuss menggelapar. Reflek tanganku melepas leader yang tadi ku pegang. Si gabus membawa crank jauh ke bawah kangkung di salah satu cerukan di tepi kanal. Dengan susah payah akhirnya dapat ku tarik keluar, sayang... yang nongol tinggal si Albino doank... hadewww...

Cuaca yang sedari tadi mendung berubah drastis menjadi hujan. Aku buru-buru kemas pancing. Jam 15.30 aku pulang.

Jika anda merasa artikel di blog ini bermanfaat dan ingin berlangganan, silahkan masukkan alamat email anda pada kotak di bawah ini:


Delivered by FeedBurner

Minggu, 27 Oktober 2013

Main JF di Spot Baru (baru ketemu)


Sangun JF No Fear
Sangun JF No Fear
Sampai di rumah, aku sudah tidak sabar lagi untuk segera kabur ke kanal-kanal di tempat biasa aku mancing. Sungguh, masih terbayang di mata anakan gabus berenang beriringan di parit tepat di depan barisan kami yang bertugas menyambut tamu tadi pagi pada acara pernikahan puteri sohibku di Parit Juragan. Kalau saja tidak sedang dalam suasana seperti ini, sudah barang tentu aku akan teriak teriak kepada tuan rumah untuk meminjamkan joran tegeg atau apa sajalah untukku menggoda si induk gabus. Di tambah ulah induk gabus yang enjoy aja saat timbul menghirup udara, benar-benar bikin urat-urat di pelipisku berdenyut.

Sepelas Sholat Zuhur, aku langung ngacir ke arah Sungai Berembang. Sampai di jembatan pertama sebelum POLSEK Pontianak Barat, sepintas kulihat arus pasang naik masih deras. Namun aku tetap melanjutkan perjalanan.

Sampai di persimpangan jalan Karet, aku memutuskan untuk belok kiri saja, masuk ke jalan karet. Seingatku, jalan berbatu di samping kanan Masjid besar di dalam tembus sampai ke Parit Madiun. Apa salahnya jalan-jalan fikirku. Dulu aku pernah lewat dari situ dari arah Parit Madiun dan tembus ke Jalan Karet, menghindari kemacetan akibat perbaikan jalan di depan Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Syarif Abdurranmah RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie.

Seingatku, ada beberapa parit yang bermuara ke parit utama di sepanjang jalan hingga sampai di simpang parit banjar, Kampung Baru lalu tembus ke Parit Madiun. Hanya saja ketika aku lewat saat itu air sedang surut, bahkan ada beberapa parit yang isinya ganggang dan lumut, berarti kalau air sedang pasang parit tersebut jadi mirip parit di berembang tempatku sutrek pake pencil swan kemaren.

Jalan di depan gang samping kanan masjid rusak parah, aku mesti hati hati sebab sebagian dari pengguna jalan di sini, yang kebetulan melintas di sini sering terpeleset. Lampu sein juga sepertinya tak berguna di sini, ketika akan belok kanan, sebuah motor melaju kencang dari belakangku lantas memotong dari arah kanan. Sudah jelas aku akan berbelok kekanan, lapu sein udah terlebih dahulu kunyalakan 30 atau 20 meter sebelum belok, buseettttt...

Sangun Jump Frog
Sangun JF No Fear
Memasuki jalan berbatu hingga sampai ke jalan tanah hingga sampai ke Nipah Kuning Dalam. Aku berhenti sejenak, mengingat-ingat jalur jalur parit di sini. Kuputuskan belok kiri saja, mumpung masih siang. Di ujung sana ada kanal besar beberapa bulan lalu di normalisasi, barangkali ada gabus yang masih betah di sana.

Sampai di kanal yang kumasud, kondisi air sepertinya tidak memungkinkan untuk lempar lempar lure, keruh kekuningan. Sementara arus masuknya masih deras. Tai tidak salah kalau aku setting perangkat di sini, sambil jalan jalan, kalau ketemu parit yang memungkinkan, lempar-lempar deh. 

Selepas istirahat sambil setting pancing di bawah pohon rambutan tadi, aku bergerak terus ke depan. Dulu di kanal yang di depan aku sempat mocel gabus besar, hahahaha... udah setahun lebih brow, gabusnya juga udah pindah KK barangkali, hihihihihi. Tapi yang namanya naluri pemancing gabus sepertiku, asal lihat parit, lempar lempar deh. 

Parkir motor di salah satu rumah warga, aku menelurusi kanal dari sisi kanan karena jalannya gak lumayan, sementara sisi kanal dipenuhi pohon pisang. Tepat di depan kandang ayam, Sangun Albino mendapat sambaran, sayang miss. Kuulang ke arah titik yang sama, tapi si gabus sepertinya sudah jera. Hingga ke ujung kanal yang bersemak, tidak ada lagi sambaran. Aku balik arah ke tempat motorku parkir. 

Gaya lama, hehehehe... duduk di jok motor, minum energy drink, ngepul... sementara leher pelan-pelan bergerak memutar ke kanan kekiri, pelan ajah. Kalau ngebut bikin hal nantinya. Na kan... putaran leher mirip burung hantu tadi membuahkan hasil. Di Kanal sebelah kiri, terlihat barisan pohon kelapa yang masih kecil, lengkap dengan parit-paritnya. Wow ... asiknya, jalan kesana bisa dilewati motor. Tanpa membuang waktu aku segera saja menuju ke sana.

Di tengah kebun kelapa, terbentang kanal selebar kira kira 5 meter, di kiri kanan kanal ada parit parit kecil selebar kira kira 2 meter, mirip spot kemaren lengkap dengan lumut serta ganggang air yang tenggelam ketika air lagi tinggi.  kanal memanjang hingga ke ujung yang tembus ke kanal besar yang berarti sejajar dengan kanal tempat aku pertama di sambar gabus tadi. Nah Kalau kanal besar di sebelah ujung sana aku tau, kanal itu nantinya tembus ke jalan kakap. 

Sangun Umpan Mancing Gabus
Sangun JF
Motor ku parkir di muara kanal dekat titian sederhana yang tebuat dari papan dan batang pohon kelapa. Iseng ku ganti si SangunJF dengan minicrak Rapala, lemper-lempar di muara kanal yang lumayan dalam dan bersih. Si mini crank disambar gabus. Fight sebentar dan si gabus menyerah. Seekor kocolan kini tergantung di ujung joran Eupro Penulum. Begitu akan ku tangkap, si kocolan berontak dan nyemplung lagi ke aer. Gagal nih kirim foto ke kumendan Jay, hahahahahaha...

Perburuan kulanjutkan ke kanal di kebun kelapa. Dua kali lemparan si Sangun berhasil bikin seekor gabus ngiler. Foto-foto dan gabus kulepaskan lagi. Sampai di parit pertama yag bermuara aku mencoba si pencil swan di muara parit, sayang suka ngangkut ganggang aer hingga si swan tidak bisa meliuk liuk. Tapi, ada aja gabus laper yang tiba tiba saja menyambar dari arah muara parit, sanyang si gabus melarikan sawan ke dalam ganggang. Kutarik perlahan eh malah tinggal ganggangnya doank.

Terpaksa lure ku ganti lagi dengan Sangun JF yang belom sempat ku kasi baju, hehehehe... tapi amisnya
sama ajah, lempar 2 3 kali langsung di samber. Lumayan gede nih gabus yang ketipu, jadi amankan ke kantong plastik hihihihi... itung itung buat nambah koleksi gabus di tong samping rumah...

Bergerak terus hingga ke ujung kanal yang bermuara ke kanal besar, landed beberapa gabus lagi  dalam berbagai ukuran, namun hanya 3 ekor saja yang paling gede yang ku amankan ke dalam kantong platik. Berbalik arah sambil sesekali melakukan lemparan, landed lagi beberpa ekor gabus kecil. 

Jam 3 sore, stok air minum habis. kuputuskan untuk menyudahi mancing kali ini. Kemas-kemas lalu beranjak pulang.


Jika anda merasa artikel di blog ini bermanfaat dan ingin berlangganan, silahkan masukkan alamat email anda pada kotak di bawah ini:


Delivered by FeedBurner


Sabtu, 26 Oktober 2013

Sutrek gabus dengan pencil

Mancing Ikan Gabus
Swan Pencil
Rencana mau ikut beberapa temen yang latihan lempar-lempar di seputaran Untan batal karena bangun udah kesiangan. Mau ke pastengpun males, lagi bokek ombrow, takut puyeng lihat joran spinning cantik mumer kemaren, hehehehehehehe...
Pagi ini dapet tugas dari Maknyah, mindahkan tong air ke depan, padahal, ada beberapa ekor gabus di dalamnya. Jadi bingung, mau di pindahkan ke mana. Lepaskan di parit gang, udah ngga mungkin lagi. Selain karena Strumm budak-budak gang sebelah, Bang Mastur di depan juga suka iseng ngotek* sampe ke depan rumahku. Untungnya Maknyah tidak banyak komentar ketika melihat gabus gabus piaraanku kumasukkan kembali ke dalam tong setelah tong berada di depan. Beres.

Casting Gabus di Pontianak
Nelayan Korban Mode
Jam 9 pagi cabut, apalagi kalau bukan nguber gabus. Laju motor ku perlambat ketika melintas di atas jembatan sebelum Perum Dua. Air lagi pasang naik. Tapi perjalanan tetap aku lanjutkan. Boncos apa sutrek tidak jadi soal. Niataku pengen nyoba action lure pencil yang memang jarang aku bawa mengingat spot gabus rata rata agak extreme untuk melempar lure dengan dua buah treble hook. Pun karena joran baitcastingku, nemesis II 17 lbs actionnya agak kaku, jadi si pencil gak bisa geyal geyol. Na, kali ini aku coba dengan si Armatus dan Penulum 25 lbs yang actionnya medium. Kalau pake joran spinning scorpion 15 lbs kemaren, aku udah bisa. 

Sampai di Sungai Rengas, setelah Puskesmas Pembantu melewati sebuah jembatan, aku belok kiri. Sampai di perapatan kanal aku belok kiri, jalan ini kalau kita telusuri terus bakal tembus ke jalan Pemuda. Di bawah gerombolan pohon pisan aku singgah dan memarkir motorku, setting perangakat lantas mencoba melempar ke sungai besar di samping kanan jalan. Pe 1,2 keluar dengan smooth dari spool meski lure yang ku pake terbilang ringan dan kecil. Ah beruntung fikirku, meski lbs rod 25, actionnya lentur.

Eupro Penulum dan Surecath Armatus
Gabus Nelan Froggy
Setelah puas latihan lempar lemparan di sungai besar. Aku beranjak ke parit kecil di antara barian pohon kelapa. Air bening, dasar parit dan tumbuhan air di dalam parit terlihat jelas, sampai ke tengah, hanya ada sekali sambaran kecil namun mocel. Begitu pula di parit kedua, malah tidak ada sambaran sama sekali. Keluar dari parit aku lantas menggeber motorku menuju parit yang agak gede. Setahuku, parit ini penuh lumut. Namun karena air tinggi, lumutnya jadi jauh ke bawah. Ah, tak salam mencoba fikirku, mana tau ada gabus ngumpet di tepi tepi tanggul yang bersemak.

Dan benar saja, baru beberapa kali lemparan, seekor gabus akhirnya tergoda juga dengan aksi si Jelau Frog. Seperti biasa, foto foto dan karena masih kecil, gabus sutrek perdana hari ini kulepaskan kembali. Bergerak lagi beberapa meter ke depan sambil melakukan lemparan, ada tiga kali sambaran sayang semuanya mocel. Tiba di depan sebuah pondok kecil, aku istirahat sejenak, meski gumpalan awan yang berarak di langit lumayan banyak, namun tidak mampu menahan sinar matahari yang mulai terasa menyengat. Untunglah, ujung atap pondok lebih dari sekedar cukup buatku untuk menghindar sejenak dari kegarangan si bola api. 

Mancing Gabus di Pontianak
Gabus Laper
Bersandar di dinding pondok, berselonjor, merokok sambil memandang tunggul tunggul batang padi yang sepertinya baru beberapa hari lalu dibabat para petani, Pohon kelapa yang masih kecil berjejer rapi di kiri kanan pondok sepanjang tanggul pembatas antara pondok dan petak sawah menjadi tantangan sendiri untuk akurasi lemparan, salah salah, lure nyangkut di ujung ujung pohon kelapa. Namun meskipun begitu, lure masih bisa di selamatkan karena paritnya tidak terlalu lebar. 

Ujung daun kelapa tadi ada yang menyentuh permukaan air di kanal membuat kita mau tak mau harus memakai jurus "nebas rumput" atau kadang malah gaya "cengelele*" dalam melakukan lemparan. bahkan dua kali tadi, nyaris aku pulang awal karena pe 1,2 yang kupakai kalau kusust agak repot juga membetulkannya. Pasalnya sama aja, saking geram karena mocel, lemparan jadi tidak terkontrol, mengayunkan joran ke belakang lalu melakukan lemparan dengan power penuh tanpa menyadari kalau lure tersangkut di daun kelapa. Line jadi bergumpal di spot membentuk anyaman mirip indomie, bahasa casting-nya, backlash.

Umpan Mancing Ikan gabus
Gabus Sungai Rengas
Setelah istirahat kurasa cukup, aku kembali bergerak ke ujung kanal. Kali ini aku mencoba peruntungan degan lure pencil. Pada lemparan ke tiga akhirnya seekor gabus tertipu oleh lenggak lenggok si pencil, Foto-foto lantas mengamankan ke si gabus ke dalam kantong keresek. Lanjut lagi ke ujung, ganti lure dengan hardfrog yang kau lupa merknya, kipasnya kulepaskan. landed lagi seekor. Hingga hampir dekat ke ujung kanal, satu sambaran dahsyat membuat si hardfrog ijo sampe terpental, lempar lagi, sayang gabusnya cuek aja. 

Lure ku ganti softfrog merek hinomiya, landed 2 ekor mama gabus. Balik arah ke pondok tadi, lure ku ganti si sangun orange, sayang, dua kali sambaran kecil mocel semua. Sampai di pondok aku istirahat lagi karena kegerahan. Air mineral dan sebotol energy drink sepertinya tak mampu mengimbangi banyaknya keringat yang keluar. Jam 11 siang aku benar-benar sudah tidak kuat lagi. Beranjak dari situ geber motor keluar dari area kanal menuju warung kecil di depan jalan Pemuda. Pesan es teler sambil kemas-kemas pancing. Selepas Adzan zuhur, aku pulang

Jika anda merasa artikel di blog ini bermanfaat dan ingin berlangganan, silahkan masukkan alamat email anda pada kotak di bawah ini:


Delivered by FeedBurner


Jumat, 18 Oktober 2013

Kangen sama si Sienna

Mancing Gabus
Baru saja sampai di jembatan depan SD 16 Kakap, hujan seketika tumpah ruah semaunya. Kalau saja turunnya bergiliran, satu per satu, pasti ku ajak duel. Ini beraninya keroyokan. Ya udah, yang waras ngalah. Buru-buru kubelokkan motor ke salah satu ruko di samping masjid.

Di tungguin si hujan semakin menjadi. Sudah dua batang rokok raib ujungnya. Tersisa hanya filternya saja tergeletak di lantai semen basah dekat kaki bangku panjang tempat aku duduk.

Semakin banyak yang datang berteduh. Mamang pentol berperawakan sedang berkumis tipis memakai kupluk bertuliskan SLANK. Di sampingnya duduk manis seorang pelajar putri berpakaian pramuka, cantik. Bener... sumpah brow, jadi ingat sama ladys rocker dari negeri jiran. 

Tak lama berselang, dari seberang ruko seorang penjual jamu bakul lari terbirit-birit. Kain batik yang  ia kenakan sepertinya agak merepotkan untuk bisa tarik gas dan berakselerasi menghindari genangan air serta onggokan material bangunan yang berserakan di tanah. Benar saja perkiraanku, ketika akan sampai di bagian paling ujung lantai semen, bibi penjual jamu ini nyaris terpeleset. Beruntung Mamang pentol sigap menggapai tangannya.

Sebagai makhluk sosial, seharusnya ku senang. Suasana jadi rame karena kehadiran si tukang jamu, eeeee... malah sempat sempatnya menawarkan dagangannya. Ya namanya juga usaha toh brow, orang lagi cari rejeki. Aku cuma nyegir sambil keluarkan jurus andalanku. Minta dibuatkan segelas jamu anti miskin !!!... Soalnya kalau aku minta jamu "Anti Boncos" yang ada malah nanti aku di kasi jamu sari rapet, bahaya...

Tapi sebagai makluk pemburu gabus yang waktunya tersita karena hujan, ditambah dengan harus berbagi tempat duduk dan berteduh bersama manusia-manusia lain yang terus berdatangan membuat aku sekali lagi merasa menjadi manusia paling waras dan harus mengalah. Keluarkan mantel dari jok revo lantas buru buru kabur dari situ meski hujan masih deras.

Mancing Ikan Gabus Di Pontianak
Gabus Laper
Syukurlah, Tiba di pintu air tikungan jalan menuju sungai udang hujan mereda. Aku berhenti sejenak, naluriku memerintahkan untuk memperhatikan sejenak kondisi air. Kalau pasang naik ini terlalu besar, sebaiknya aku pulang saja, sebab bukan sekali aku boncos ketika debit air sedang tinggi. Tapi ah, udah terlajur basah, tinggal 2 pintu air lagi aku bakal sampai ke spot sasaran, percuma donk bela belain pulang kerja langsung kemas tackle dan geber motor menuju spot.

Tekadku bulat, apapun yang terjadi, dua buah crank kecil yang kemarin kubeli di toko anto harus ku coba actionnya. Sementara balance tackle antara spinning rod scorpinn 180cm 15 Lbs dan reel shimano sienna 2500 yg kuisikan PE 1,2 bisa tercapai. Karena selama ini si sienna ku isikan PE 3 Ocea, membuat pergelangan tangan cepat pegal, lure ga bisa terbang jauh.

Sampai di pintu air kedua belok kanan terus lurus menuju pintu air ketiga. Aku nyaris putar haluan karena jembatan di depan dalam tahap perbaikan. Untunglah penduduk setempat menjukkan jembatan sementara di samping kiri jembatan tadi. Menyebrang lurus melewati jalan aspal yang juga sebetulnya  harus di perbaiki karena sudah banyak yang bolong. Sampai dipertigaan belok kiri menyusuri jalan tanah becek berlumpur. Paduan antara kubangan, jerami, rerumputan, daun daun nipah dan pelepah daun kelapa membuat sekali lagi sepatu bot keramat ini terasa amat sangat berguna.

Hujan benar benar berhenti seiring sampainya aku di perapatan kanal. Kuparkir motor di depan sebuah pondok kecil tempat mengolah gula merah lantas buka mantel dan langsung set takcle. Ya ampunnnn... joran yang aku bawa ternyata salah,  butt spinning scorpoin sementara ujungnya eupro penulum. berarti butt yang satunya pasti nemesis II, moga moga ujung rod yang satunya lagi bener ujung rod scorpion. Alhamdulillah... nyaris aja batal mancing, hehehehehe...

Kanal di depanku, merupakan tingungan berbentuk huruf L pertemuan ujung Paret Pak Taha dan Ujung Paret Pokok. kira kira 5 meter dari tikungan sebuah jembatan belli yang juga menunggu untuk segera diperbaiki merupakan akses untuk tembus ke parit pak taha, sementara satu lagi pari bermuara di  paret pokok dengan jembatan kecil tebuat dari kayu ulin adalah akses masuk ke paret pokok.

Aku memilih mencoba action crank kecil utimate di parit Pak Taha terlebih dahulu sebelum ke Parit Pokok. Syukurlah, si mini crank goyangannya asoy geboy, jadi lidahnya tidak perlu lagi kau gosok degan kikir, terbukti aku berhasil strike seekor kocolan. Dua lure lagi yang aku tes juga tidak bermasalah. Akan halnya rel dan joran, sudah terasa enak di tangan, dengan pe 1,2 lure sekecil si ultimate crank bisa kulempar jauh.

Paret Pak Taha
Setelah puas menguji ketiga lure tersebut, aku bergerak ke parit pokok meyisir tepi kiri merunduk melalui pohon akasia dan beberapa kelapa yang masih kecil, aku tidak kesulitan melakukan lemparan jarak pendek dengan gaya "nebas rumput" ... hingga ke tepi kanal yang lapang aku mencoba action beberapa Sangun yang telah kupasang weedguad. Ada juga pemberat sangun yang aku ganti. Semuanya sukses berenang gaya punggung alias terangguk angguk lengap dengan bunyi ceplak ceplok air yang ditabrak mulut sangun.

Seekor lagi kocolan tertipu ulah si sangun. Foto-foto lantas si kocolan kulepaskan ke petak sawah biar lebih enak nguber kodok asli. Hingga sampai ke titian pertama tak ada lagi sambaran, Aku berbalik arah, Kali ini Nabaw spinnerbaits beraksi, sayang 2 kali mocel.

Langit kembali gelap, aku buru buru meninggalkan kanal dan kemas pancing karena misi sudah tecapai. Dalam guyuran hujan lebat aku pulang.

Jika anda merasa artikel di blog ini bermanfaat dan ingin berlangganan, silahkan masukkan alamat email anda pada kotak di bawah ini:


Delivered by FeedBurner


Rabu, 16 Oktober 2013

Trip sakaw, Asal dapet foto, Jadilah...


Umpan Mancing Ikan Gabus
Gabus Ketipu Hinomiya
Soib sohib mancingerku di FB mang pada kutukupreeeetttttt semua. Kita yang cuman bisa mancing sabtu minggu, tiap hari tiap malam harus menahan perasaan, sakit mata, sakit hati, sakit perot, sakit kepale.... di tag gambar ikan, monstero agik tuh... buseettttt....

Ini ga bisa di biarkan berlarut-larut, beruntung, jaringan di kantor plus modem lelet, sukurrrr... ana jadi ga bisa lihat gambar ikan, hehehehehehehe....

Karena sakaw ga ketulungan di tambah musti balas ngetag gambar ikan biarpun ikan cuman segede upil, pokoknya ikan hasil casting, Jam 4 sore, sepulang dari tempat kerja, aku kemas tackle dan kabur ke spot terdekat, mana lagi kalau bukan Brembang. 

Dalam perjalanan menuju Sungai Berembang, aku berfikir, kira kira parit mana yang bikin aku berhasil dapet satuuuuu aja foto ikan gabus lagi ngunyah lure. Air pasang sore begini, mana sepanjang parit besar kiri jalan raya sungai rengas airnya keruh kekuningan, di tambah waktu mepet buanget, jam 5 sore udah harus cabut pulang, hadewww...

Sampai di jembatan menuju kolam bekas pemancingan di berembang, aku menyeberang, belok kanan terus menyusuri jalan tanah, tekadku bulat sudah, mau nyari kocolan di salah satu parit kecil di persawahan. 

Sampai di jembatan pertama yg rumanya baru selesai di perbaiki, pikiranku sempat berubah, ada baiknya belok ke tanggul di kampung baru, tapi ah, air lagi tinggi begini, tipis kemungkinan dapet foto gabus.

Kubatalkan belok kiri lantas terus geber motor menuju parit yang melintag di samping rumah penduduk, parit ini tembus ke kanal di kampung baru, kebetulan udah lama gak main ke sini.

Nyampe ke dalam, setting tackle, minum air mineral, nyalain rokok, ganti sendal dengan sepatu bot
Casting Gabus di Pontianak
Kocolan ajah brow
keramatku dan mulai melakukan lemparan. Dua kali pindah tempat melempar belum ada sambaran, air mulai meluber masuk ke petak sawah. Aku bergerak lagi semakin ke dalam. Pada lemparan ke tiga, akhinya strike juga seekor kocolan dengan spinnerbait hinomiya rumbai hijau yang sering mocel, tumben fikirku, bisa telak juga si gabus kecantol hook si hijau.

Lega deh, fofo foto si gabus, lepaskan lagi, lantas duduk manis di jok revo ngepul ngepul dulu sambil memperhatikan para petani yang sibuk memanen padi. Di sebelah parit, barisan pohon kelapa berjejer rapi laksana tongak tonggak terpancang dengan kokoh, pucuknya meliuk liuk ditiup angin senja. 

Di ujung parit yang bermuara ke kanal kampung baru, tampak seseorang mengendap-endap seraya menyorongkan senapan angin ke belukar di seberang kanal. Sayang, kamerah HP jadul ini ga punya fasilitas zoom yang memadai buat mengabadikan tumbangnya seekor burung keruak yang mengingatkan aku ke masa kecil di tempat tugas almarhum ayahku dulu. Burung keruak berkaki dan berleher panjang, terbangnya ga terlalu tinggi, tapi kalau berjalan. lenggang lenggoknya aduhay, makanya, dulu, lagi lagi dulu, kalau ada temen cewek yang, maaf, bodynya kayak pacar si popeye, kami bilang "betis keruak" hahahahahahaa...

Hadoewww opo iki, ngalor ngidul ga tentu "rudu". Putar balik haluan motor lantas ngacir ke kolam pemancingan di berembang, sayang, cuman ada sekali sambaran, tapi mocel. Aku jadi nyesel, coba pas mau turun dari rumah tadi aku pasang niat, bawa pulang gabus sekarung, ini, asal dapet foto gabus seekor.. bener-bener cuman dapet seekor. Namun Alhamdulillah, sakaw ilang, foto dapet... dan. Tepat jam 5, aku kabur pulang.

Jika anda merasa artikel di blog ini bermanfaat dan ingin berlangganan, silahkan masukkan alamat email anda pada kotak di bawah ini:


Delivered by FeedBurner


Minggu, 13 Oktober 2013

Racun Sangun masih tetap berbisa

Sangun Jump Frog
Sangun Jump Frog
Jam 9 pagi, kabur ke spot. Mumpung cerah. Sampai di Pasar kecil Sui Rengas terlihat aktifitas agak rame dari biasanya, orang pada ngerubutin penjual daging sapi. Maklum sodara sodara, besok lebaran Idul Adha. Jadi inget sama kampung halaman. Biasanya, H-1 begini, pasar utama di kota Kabupatenku rame, pada belanja keperluan lebaran. Baik itu menjelang Idul Fitri maupun Idul Adha. 

Sampe gerbang jalan Pemuda, aku berhenti sejenak. Pikiran bercabang, pengen ke Tanggul Berembang, udah lama aku ga lempar lempar umpan pasu di sana. Nyalakan rokok dan duduk manis di jok motor, bales sms dari keluarga di kampung.

Beranjak dari situ kuputuskan untuk ke Berembang saja. Sampe jembatan yg sedang di perbaiki aku belok kanan, tiba di pintu air pertama aku belok kiri, Kampung ini namanya Sungai Nyirih. Sampai di jembatan depan masjid aku berhenti sejenak. Di Masjid, rame muda mudi pada sibuk bersih bersih masjid, sebagian darinya sibuk mendirikan tenda. Begitulah, kalau di pelosok, di kampung kampung, suasana lebaran sangat terasa.

Sangun Jump Frog
Tukang Tipu Gabus
Lanjut menyusuri jalan tanah hingga sampe ke jembatan. Menyeberang dan memarkir motor di bawah pohon nangka. Setting perangkat dan mulai lempar lempar. Beragam lure yang ku bawa ga mendapat respon dari target. Mungkin karena arus air masuk agak deras atau memang gabusnya udah ga ada. Soalnya spot ini bisa di bilang spot sejuta umat. Pengotek, tukang tipu ikan sepertiku, pemancing betok, pemancing sepat sering mancing di sini. Beruntungnya, warga di sini perduli lingkungan, jangan coba coba bawa accu plus serokan buat nyari ikan dengan cara mudah dini, bakal babak belur...

Ngga terasa aku sampai di ujung tanggul yang buntu. Tak ada satupun sambaran, sepi sekali hari ini. Gabus pada mau lebaran kali, hehehehehehe... Di depan tanggul buntu ada sebuah jembatan. Tempat si "Pengotek Cilik" dulu terkaget kaget kodoknya di hajar toman hingga jorannya patah. Aku berdiri dari jembatan, perapatan kanal itu kini penuh degan teratai. Aku mengganti lure dengan soft frog sabpolo 4,5 cm. Lempar sana lempar sini dari atas jembatan. Hanya ada beberapa sambaran kecil, namun miss.

Spot gabus di Pontianak
Spot Kocolan
Aku memutuskan untuk istirahat sejenak di bawah pohon kelapa di tanggul buntu, duduk masnis sambil ngepul. Iseng lure ku ganti dengan si Sangun yang akhir-akhir ini jarang ku turunkan. Dalam posisi duduk melakukan lemparan ke segala arah. Kadang mulus, malah lebih banyak kusutnya. Entah pada lemparan ke berapa si sangun disambar gabus. Landed seekor gabus kocolan. Seperti biasa, foto foto dulu. Ikannya baru satu, fotonya udah belasan, hahahahahahaha.... Kocolan ku lempar lagi ke kanal.

Setelah istirahat ku rasa cukup, aku melanjutkan lempar lempar, seperti tadi, aku gonta ganti lure, Namun hingg sape ke tempatku memarkir motor cuman ada tiga kali sambaran, miss. Sampai di titian dekat sebuah pondok, aku melihat tenggakan kecil di tepi dekat rumput yang terjuntai ke air, lemparan sangun tepat ke arah rumput. diamkan perlahan dan twice beberapa kali, Dhuarrrrrrr.... sambaran dahsyat dari bawah rumput mengagetkanku, reflek joran ku getak... sayang miss...

Segera ku ganti lure dengan bakau crank ijo stabilo loreng harimau, dua kali lempar si bakau di sambar gabus.... Yessss... strikeeeeeee teriakku kesenangan. Fight sebentar dan gabus menyerah. Lumayan gede nih, boleh lah di angkut pulang buat di panggang nanti malam. Mengandalkan ujung joran, si gabus ku tarik ke darat, busetttt... treble hook cuman nyangkut dikit di ujung bibir si Gabus, belum sampe ke dekat kakiku si gabus meronta, aku meloncat menghindar, treble hook brow, 2 biji lagi, sereeemmmm... dan si gabus nyemplung lagi ke kanal. Aku cuman bisa mengumpat dalam hati, kalau saja tadi aku pake sepatu bot keramatku, pasti dah kutendang si gabus... hadewwww...

Umpan Mancing Ikan Gabus
Bakau Albino Crank
beranjak dari situ aku bergerak jauh mengikuti kanal pertama, mencoba peruntungan dengan lempar lempar spinner modifikasi dan hmku di tepi tepi kanal. Hingga kanal kecil yang menjadi tujuanku, landed beberapa ekor kocolan, ku lempar kembali ke kanal.

Menyeberangi titian pohon kelapa, sampe di seberang aku masuk ke kanal kecil. Udah banyak semak dan tumbuhan menutupi permukaan kanal. Kembali aku beraksi dengan lure top water. Di dekat pohon kelapa tumbang, landed seekor gabus ukuran sedang yang berhasil ku tipu dengan kodok ultimate tanpa propeller. Baru beberapa meter masuk, gerimis turun, duhhhh... padahal lagi on fire nih, mana mantel hujan dalam jok si revo. Gawat. Aku nekad berteduh di bawah pohon Kayu Ara... hiiiii, buru buru kunyalakan rokok, siang-siang begini, hujan-hujan, berteduh di bawah pohon kayu yg konon merupakan tempat favorite makhluk dari dunia lain... 

Hujan mereda, segera ku tinggalkan tempat tersebut tanpa menoleh ke belakang, wkwkwkwkwkwkw.... gimanapun juga, seram brow, sendirian dalam suasana seperti itu, Aku kabur ke tempatku memarkir motor di bawah pohon nangka, langit semakin gelap, masih coba ku lempar crank bakau beberapa kali, landed lagi seekor kocolan. Ku lepar lagi ke kanal karena hujan kembali turun. Buru buru ku kenakan jas hujan, lipat pancing lantas kabur pulang...


Jika anda merasa artikel di blog ini bermanfaat dan ingin berlangganan, silahkan masukkan alamat email anda pada kotak di bawah ini:


Delivered by FeedBurner


Gabus Paret Bengke

Casting gabus di Paret Bengke Pontianak
Gabus Paret Bengeke
Boncos kemaren, bikin dendam di hati, makanya pagi-pagi aku udah kemas-kemas tackle. Lagi asik pilah pilih lure, eh... malah dapet tugas dari maknyah. Nganyam ketupat...

Ga sampe 10 menit, udah jadi belasan ketupat. Tepat jam 08.00 WIB. Aku berangkat, menuju spot yg udah lama ga ku jenguk. Paret Bengke di Kampong Baru, Sungai Kakap.

Sampai di Pintu air, aku jadi semangat, karena meski debit air di kanal utama  mulai tinggi, kanal kecil sasaranku airnya masih dangkal, pintu air ga di buka sama Pak Tani. 

Umpan Mancing Ikan Gabus
Ketupat Lebaran
Lagi asik asik setting tackle, dari tepi kanal sebelah kanan, nyaris saja seekor kodok jadi menu makan pagi si gabus. Jiahhh... pucuk di cinta ulam pun tiba. Kebetulan nih si gabus lagi laper, ntar gua tipu nih pake karet dan besi, hehehehehe,...

Segera saja ku lempar spinner modifikasi ke titik di mana insiden tadi terjadi, tapi aneh bin ajaib. entah udah berapa kali aku cast dan sempat ku ganti dengan crank, si gabus ogah di tipu. Hingga tak terasa sampailah aku ke titian pertama terbuat dari batang pohon kelapa. Hanya ada beberapa sambaran kecil. Kembali ke arah tempakur memarkir motor sambil sesekali melakukan lemparan, tetap aja nihil, kemana tadi si gabus yang sempat nyambar kodok ??? 

Mancing gabus di parit bengke Pontianak
Parit Bengke
Beranjak dari kanal menyusuri jalan rabat beton, berhenti sejenak di titian ke 3, dari bawah pohon pisang di antara sebatang pohon mangga dan tumupkan jerami, aku melakukan lemparan menyisir tepi kanal. Pada lemparan ke tiga, spinner modifikasiku di sambar gabus, Yesss... sutreeeeekkkk.... Landed seekor kocolan. Setelah foto-foto, Gabus kulepaskan kembali ke kanal.

Dari titian aku menyeberang ke tanggul sawah, bergerak ke ujung sambil terus cast, satu dua sambara, pada mocel semua. barangkali memang gabusnya kecil kecil. Hingga sampai ke samping sebuah pondok, 4 kali sambaran, namun miss.

Ganti spinnerbait dengan modifikasi yang satunya, aku kembali bergerak ke sebelah kanan pondok. Landed
Casting Gabus di Parit Bengke Pontianak
Strtike Kedua
lagi seekor kocolan. foto-foto lantas ku lepas kembali. Istirahat sejenak di bawah pohon pisang sambil ngepul,  dalam posisi duduk aku coba coba melempar lure merk swan, dapet sambaran, sayang miss.

Setelah puas beristirahat aku melanjutkan lemparan ke kanal yang melintang di sebelah kiri, 2 kai berturut-turut mocel. Pindah dari situ aku mencoba kodok bakau dengan propeller, sayang, hingga mentok ke jalan raya, ga ada satupun sambaran.

Aku lantas meninggalkan parit tersebut menuju sebuah parit kecil tempatku udulu sering strike kocolan. Sampai di parit tersebut, tampak seorang pemancing nila sedang duduk manis di muara kanal. Aku singgah sejenak, berbasa basi dan ngalor ngidul. Hehehehehe... dapet lagi nih spot gabus dari beliau.

Casting Gabus di Parit Bengke Pontianak
Kocolan Parit Bengke
Kuparkir motorku di tepi jalan raya lantas aku masuk, menjelajah parit berair bening, gonta ganti lure, sampe ke ujung, hanya ada sekali sambaran di persimpangan parit ketika aku mencoba pake soft frog, mocel. Di ujung parit juga si crank albino mocel juga. 

Matahari semakin meninggi, perut mulai keroncongan. jam 11 siang aku pulang.




Jika anda merasa artikel di blog ini bermanfaat dan ingin berlangganan, silahkan masukkan alamat email anda pada kotak di bawah ini:


Delivered by FeedBurner


Sabtu, 12 Oktober 2013

Mancing Ikan Kelabaw

Mancing Ikan Kelabaw

Dari jum'at sore aku udah kemas kemas tackle. Kali ini pengen mancing ikan kelabaw, ntar deh ana cari nama latinnya. Tas pancing udang yang udah lama tergantung ku turunkan, udah penuh debu. Beberapa set joran udang masih apik tampaknya, kupilih dua aja yg agak lentur, karena ikan yg kupancing kali ini ga besar besar amat, sekitar 4 sampe 5 jarian gitu. Jadi kalo pake joran lembut, lumayan dah sensasinya.

Pagi sabtu, selepas beres-beres, aku cabut ke Berembang, tak lupa piranti casting kuselipkan di antara joran udang, mumpung masih pagi pikirku, ada baiknya nguber gabus dulu.

Sampai di jembatan berembang, aku jadi pesimis, soalnya arus pasang naik kali ini sepertinya agak deras dari biasanya. Air kanal bakal meluber nih sampai ke sawah. Dan dugaanku ga meleset, Paret Pokok di belakang Paret Pak Taha yang udah lama tak ku kunjungi tampak tinggi airnya. Ah, terlajur udah si spot, lempar lempar ajalah. 

Dari ujung hingga ke ujung, sape jam 11 siang cuman ada beberapa sambaran kecil, berbagai lure ku lempar
tetap aja nihil. Bocossss totall ... tepat jam 12 siang, aku beranjak keluar dari spot, menuju tikungan berembang tempat si dedek biasa mancing ikan kelabaw. 

Mancing Ikan Kelabaw Di BerembangBener saja, si dedek udah duluan beraksi. Arus masih begitu deras. Setelah istirahat dan minum es tebu, Aku setting pancing mulai duduk manis di bawah pohon. Cukup lama juga menunggu, baru ada satu dua kali umpan di sentuh oleh ikan. Si dedek udah sutrek seekor, sementara aku masih sibuk menyesuaikan batu pemberat. kasi yang gede, kesian melihat joran melengkung, kasi yang kecil, eh malah melayang. Dua jam lebih menunggu sambil sesekali mengganti umpan yang tebuat dari kue kaf, akhirnya untuk pertama kalinya aku sutrek ikan kelabaw. 

Foto foto terus lanjut mancing. jam 3 sore, perut udah keroncongan. Dedek pindah tempat mancing, sementara aku masih melanjutkan mancing di dekat mamang es tebu. Adzan Ashar berkumandan, kuputuskan untuk menyudahi mancing, besok kan minggu, turun agak siang dikit, dan harus fokus, dasaran aja, ga usah bawa pirati casting. Tapi... tadi, sempet beberapa kali ikan belida "melabor" .... huahhhh.... bikin galau ajah. 

Pesan es tebu dua kantong, aku terus cabut pulang


Jika anda merasa artikel di blog ini bermanfaat dan ingin berlangganan, silahkan masukkan alamat email anda pada kotak di bawah ini:


Delivered by FeedBurner